Senin, 28 Oktober 2013

This Decision

Tak ada keputusan yang tak mengandung risiko
Kenapa dipersulit, jika itu hanya sebuah hal mudah?
Bukan menyepelekan, tetapi mencoba memanfaatkan kemudahan yang Ia berikan..

Ingatkah dengan kisah kaum Yahudi yang mempersulit diri saat diminta menyembelih seekor sapi?
Hingga mereka hampir saja gagal melakukannya..

Sekarang, marilah menunggu..
Dengan sabar

29/10/13

Selasa, 15 Oktober 2013

Berqurban dengan Cerpen

15 Oktober 2013/10 Dzulhijah 1434 H

Berqurban dengan cerpen? Pasti kalian mengira ini aneh. Tapi ya, itulah yang terjadi denganku.

Sungguh tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu. Alhamdulillaah, tahun ini aku berhasil melakukan qurban pertamaku :'). Dulu aku berpikir bahwa mungkin aku baru bisa berqurban nanti ketika aku sudah menikah, atau menjadi orang kaya. Ternyata tidak. Aku baru setahun lulus kuliah, dan baru hampir 10 bulan bekerja. Tetapi nyatanya aku sudah bisa berqurban. Tak lain, ini adalah karunia yang Allah berikan padaku. Alhamdulillaah ya Allah :')

Saat di awal-awal aku bekerja di PKPU, aku memang pernah mendengar bahwa untuk qurban, ada kemudahan bagi karyawan PKPU yang ingin melaksanakannya. Yaitu mereka bisa berqurban dengan harga hewan lebih murah, namun langsung disalurkan ke luar negeri seperti Somalia, dan negara-negara sejenisnya. Aku langsung berbinar saat mendengar adanya kesempatan itu, dan memang dalam hati langsung tergiur untuk melakukannya tahun ini. Akupun berniat menabung agar nanti saat Idul Adha tiba aku benar-benar bisa melakukannya. Tapi nyatanya kebutuhanku dalam perjalanan menuju Idul Adha juga banyak. Uangku banyak terkuras untuk hal lain. Apalagi bulan September-Oktober tabunganku dikuras oleh keperluan melamar CPNS, mengikuti lomba film pendek di Jakarta, dan tetek bengek lainnya. Aku pun sempat khawatir, apakah niatku berqurban tahun ini bisa terlaksana atau tidak.

Sebenarnya alhamdulillaah, bisnis flanelku lumayan berjalan lancar. Aku menerima cukup banyak pesanan souvenir dan kado pernikahan. Namun itu hanya cukup untuk menunjang kebutuhanku dari bulan ke bulan, dan lagi-lagi untuk menambah ongkos ke sana ke mari untuk urusan CPNS dan lomba film pendek. Lalu terjelanglah Idul Adha. Atasanku di PKPU menawarkan program qurban untuk karyawan itu. Beliau bilang harganya sekian, disebarkan di luar negeri, dan ternyata pembayarannya boleh dicicil dengan sistem potong gaji selama 3 bulan.

Lalu aku berpikir. Duh, aku benar-benar sudah sangat ingin berqurban tahun ini, meski hanya seekor kambing atau domba, tapi apakah aku sanggup dengan memotong 3 kali gajiku? Padahal sebelumnya tabungan dari sisa-sisa gajiku sudah terkuras juga. Ah, tapi tekadku sudah bulat. Aku pun menyatakan pada atasanku bahwa aku mendaftar untuk berqurban tahun ini. Dan ternyata qurbanku akan disalurkan ke Somalia. Gaji-gajiku di bulan-bulan ke depan yang tadinya ingin kujaga untuk mengganti tabunganku yang sudah terkuras oleh keperluan-keperluan sebelumnya pun akhirnya kuikhlaskan untuk dipotong demi berqurban.

Dan Allah memberikan karunia-Nya. Aku yang hobi menulis ini memang tetap senang mengikuti lomba menulis di berbagai event. Meskipun untuk menulis aku harus mencari celah waktu dari kesibukan kerja, membuat film pendek, dan mengerjakan pernak-pernik flanel pesanan. Kali itu, aku ikut lomba cerpen yang diadakan oleh almamaterku, dengan hadiah juara 1 yang lumayan besar. Dan pada tanggal 13 Oktober 2013, tepat 2 hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1434 H aku sungguh bersyukur, berterima kasih pada Allah atas karunia-Nya yang tak terkira. Aku diumumkan sebagai Juara 1 lomba tersebut. Bahagia luar biasa.

Aku langsung teringat dengan qurbanku. Ah, ini pasti rejeki dari Allah yang dikaruniakan untukku untuk berqurban. Dan memang nilai hadiah lomba cerpen itu hampir sama dengan harga hewan qurbanku, hanya tinggal ditambah sedikit. Aku sungguh lega. Ya Allah, memang benar, di mana ada niat di situ ada jalan. Engkau telah menunjukkannya padaku :')

Gajiku pun tak jadi dipotong. Istilahnya, aku berqurban dengan cerpen karyaku sendiri.

Dari sini aku belajar, bahwa semua yang kita lakukan dengan keikhlasan dan kesungguhan, pasti akan membuahkan hasil. Apapun pekerjaanmu, apapun hobimu, mau kamu seorang dokter ataupun tukang becak, jika kamu ikhlas dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, berkah yang kamu akan peroleh akan sama besarnya.

Alhamdulillaah. Segala puji bagi-Mu, ya Allah..

See ya in the next post :)

Senin, 14 Oktober 2013

7 Hal yang Khas di Cilongok (Bukan) Versi On The Spot


Saya adalah Cilongok-ers. Saya lahir dan besar di kecamatan yang sangat nyaman ini (alhamdulillah ^^). Sebagai wujud cinta saya pada tanah kelahiran saya itu, saya akan menjelaskan, menceritakan, menuturkan, dan membeberkan :D tujuh hal yang khas di daerah Cilongok. Yuks, cekibrot!

1.    Gula Jawa

 Gula jawa adalah salah satu produk khas yang banyak ditemukan di Cilongok. Bisa dikatakan, Cilongok merupakan sentra gula jawa. Gula jawa di Cilongok memiliki bentuk khas berupa tabung silinder, karena dibuat dengan cetakan dari bambu yang dipotong-potong. Gula jawa manis rasanya (ya iyalah :D), terbuat dari nira kelapa (atau di Cilongok disebut dengan “badheg”) yang disadap oleh para penderes. Nah, penderes inilah hal khas kedua dari Cilongok.

2.    Penderes

Kalau tak ada para lelaki yang mengambil nira atau sari pohon kelapa di mancung yang terletak di puncak pohon, maka tak akan ada gula jawa yang terbuat. Mereka itulah yang disebut sebagai penderes. Banyak para bapak di Cilongok yang berprofesi sebagai penderes untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka memanjat pohon kelapa yang tingginya sampai belasan meter sambil membawa beberapa potongan bambu dengan panjang masing-masing sekitar 40 cm. Bambu-bambu ini disebut pongkor, gunanya untuk menampung nira dari mancung kelapa. Pongkor ini akan ditempatkan selama seharian agar nantinya bisa diambil dalam keadaan penuh. Nira yang sudah diambil akan dimasak oleh para istri dari penderes dengan cara memanaskannya dalam sebuah wajan besar selama beberapa jam. Tidak ketinggalan pula nira itu terus diaduk dengan teratur selama dipanaskan, sampai akhirnya nira mengental (munjuk) dan berubah warna menjadi cokelat tua. Setelah munjuk atau matang, nira yang sudah berubah tekstur dan warna itu dituangkan ke dalam masing-masing cetakan dan didiamkan hingga dingin. Setelah dingin, gula jawa pun jadi dan siap dikeluarkan dari cetakan, dan biasanya segera dijual ke pengepul. Begitulah para penderes bekerja sama dengan istrinya untuk memproduksi gula jawa ^^.

3.    Peti Gula

Nah, kalau sudah terkumpul di pengepul (atau juga disebut juragan gula :D), biasanya gula jawa didistribusikan ke berbagai daerah. Biar si gula jawa tidak rusak selama proses pengiriman, maka biasanya mereka dikemas dengan peti atau kotak kayu. Maka, peti gulapun menjadi barang yang banyak diproduksi di Cilongok. Banyak penduduk yang berwiraswasta menjadi juragan peti gula dengan membuat pabrik peti gula di masing-masing rumah mereka. Biasanya mereka mempekerjakan para pemuda desa untuk membuat peti-peti tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, para distributor gula beralih menggunakan plastik yang agak tebal, dengan alasan lebih murah dan praktis dibanding menggunakan peti. Alhasil, kini home industry peti gula di Cilongok kebanyakan hanya tinggal sisa-sisa bangunan dan kayu-kayu bekas yang berserakan.

4.    Cimplung
Dan ini, adalah salah satu makanan kebanggaan saya sebagai warga Cilongok, dialah Cimplung. Cimplung adalah makanan yang biasa dijadikan kudapan bagi warga Cilongok. Rasanya legit dan alami. Cimplung dibuat dari singkong, pisang, ubi jalar, kelapa, atau hampir semua jenis umbi-umbian yang dimasukkan ke dalam nira (bakal gula) yang sedang dimasak. Setelah bakal gula itu meresap ke dalam setiap potongan singkong dan kawan-kawan, mereka pun diangkat dan siap disantap. Wuihh, yang paling mantep kalau Cimplung singkong jenis singkong mentega. Singkongnya merekah, pulen, dan gulanya meresap sampai ke dalam. Mantapks! ^^

5.    Tahu Kalisari
Hmmm yummy! Iya, Tahu Kalisari adalah tahu terlezat menurut saya. Rasanya begitu khas dan alami. Tahu Kalisari enak dimakan tanpa harus digoreng, direbus, atau dibumbui terlebih dahulu. Dan yang menjadikan tahu ini sangat spesial, hanya di Cilongoklah kita bisa menjumpai Tahu Kalisari.
Dinamakan Tahu Kalisari, karena tahu ini diproduksi oleh warga Desa Kalisari yang masih termasuk dalam kecamatan Cilongok. Hampir seluruh warga di desa itu bekerja sebagai produsen tahu. Bahkan, jika kita memasuki kawasan desa itu, semerbak bau harum kedelai yang sedang diproses menjadi tahu akan sangat terasa. Tidak salah jika tugu tanda masuk desa itu ditambah dengan ikon tahu di atasnya.
Tahu Kalisari is the best tahu I’ve ever eaten :D

6.    Curug Cipendok
Kekhasan Cilongok yang berikutnya jatuh pada tempat wisata yang cukup terkenal, yaitu Curug Cipendok. Terlihat dari namanya, Curug Cipendok merupakan objek wisata air terjun yang terletak di Desa Cipendok, masih termasuk Kecamatan Cilongok. Air terjun ini mempesona, dengan debit air yang cukup besar. Banyak wisatawan dari dalam maupun luar kota yang mengunjungi curug ini. Saya juga pernah ke sana meskipun waktu SD. Dan memang mengakui, Curug Cipendok itu istimewa! *bukan chibi-chibi ya :D*

7.    Tasripin
Masih ingat dengan anak kelas 6 SD yang harus bekerja dan merawat tiga adiknya sendirian? Ya, dialah Tasripin. Sewaktu berita ini mencuat ke media, nama Cilongok juga ikut-ikutan mencuat. Sebenarnya ini bukan kekhasan, hanya saja hebohnya berita ini membuat Tasripin sangat identik dengan Cilongok, dan Cilongok sangat identik dengan Tasripin. Sebenarnya saya tak ingin menuliskannya di sini karena banyak orang yang terlalu mengait-ngaitkan Tasripin dengan Cilongok. Padahal, banyak juga kasus yang lebih mengenaskan di daerah lain. Mungkin karena Cilongok jarang kena berita yang jelek, jadi terasa banget, hehe.
Tapi di luar itu, saya cukup salut dengan anak yang satu ini. Dalam usia sekecil itu, ia tidak lari dari tanggung jawab. Tetap bersama ketiga adiknya dan setia merawat mereka. Sampai akhirnya kabar ini dimuat di media dan kini nasib Tasripin pun telah berubah ^^.

OK, itu sih yang bisa saya rangkum dari hal-hal yang khas di Cilongok. Dan terakhir saya pengen bilang, saya bangga sebagai warga Cilongok ^^


See ya in the next post :) 

Rabu, 25 September 2013

61 Anak Mengalami Gigi Karies dari 62 Anak yang Diperiksa




PAUD Mugi Rahayu dan TK Pertiwi Desa Petir Kecamatan Kalibagor, Banyumas, menjadi ramai saat acara Penyuluhan dan Pemeriksaan Gigi Gratis dimulai. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diawali dengan penyuluhan singkat tentang cara merawat gigi yang baik dan benar oleh drg. Anggriani. Selanjutnya siswa PAUD dan TK yang berjumlah sekitar 70 anak diperiksa satu per satu oleh drg. Anggriani untuk mengetahui jumlah dan kondisi gigi mereka. Beberapa anak menangis dan tak mau diperiksa lantaran takut, sehingga total anak yang diperiksa sejumlah 62 anak.

Yang mengejutkan, dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa 61 anak mengalami gigi karies (gripis-red) dari 62 anak yang diperiksa. Itu artinya, hanya 1 anak yang kondisi giginya baik. Hal ini mencerminkan bahwa sebagian besar anak-anak di Desa Petir masih kurang dalam hal perawatan gigi. Namun drg. Anggriani mengungkapkan bahwa hal ini masih tergolong wajar, mengingat sebagian besar anak-anak memang menyukai makanan manis dan tidak terbiasa menggosok gigi sehingga menyebabkan gigi mudah mengalami karies. Oleh karena itu, dengan adanya penyuluhan dan pemeriksaan ini diharapkan anak-anak teredukasi untuk merawat giginya dengan baik dan tidak takut lagi untuk periksa ke dokter gigi.


Di penghujung acara, anak-anakpun bergembira dengan adanya pembagian paket makanan tambahan yang diberikan oleh PKPU. Selain itu, drg. Anggriani juga secara khusus memberikan paket perawatan gigi kepada guru-guru PAUD dan TK, serta buku-buku penunjang kegiatan belajar PAUD dan TK tersebut.

Rabu, 18 September 2013

Komik Qurban Versi Edited

Kalo sebelumnya Nena Atha posting tentang komik yang masih mentah, sekarang Nena Atha bakal ngasih liat nih, komik qurban karya Nena Atha yang udah diedit keren badai (haha) sama Kang Aria Achmad, temen kerja di PKPU. Dan alhamdulillah komik ini sudah terbit di buletin Suara Qurban PKPU Purwokerto. Monggo dilihat, dibaca, dan dihayati.. hehehe (Maaf kalo gambarnya kurang jelas, soalnya ukurannya kecil ^^).


5 Kantor yang Tambah Rame Saat Musim CPNS (Bukan) Versi On The Spot

Antrean di Ruang SKCK di Sebuah POLRES

Indonesia memang negara yang kaya musim. Dari musim hujan, musim kemarau, musim duren, musim rambutan, sampai musim CPNS, hhe. Lagi happening banget nih yang satu ini, terutama buat kaum pendamba pekerjaan tetap dengan jaminan pensiun, hehehe. Saking happeningnya 4 huruf ini, berimbas pula pada kantor-kantor di daerah-daerah, terutama yang ngelayanin orang-orang yang mau melengkapi persyaratan buat daftar. Info ini penting juga nih, biar yang lagi mau ngurus persyaratan CPNS bisa menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kenyataan saat datang ke kantor-kantor tersebut, hehe, serem amat. Kantor apa aja sih kira-kira? Yuks, cekibrot!

1. POLRES (Kepolisian Resor)
Yup, kagak salah lagi kalau kantor yang satu ini jadi tambah rame ketika musim daftar CPNS tiba, khususnya di bagian pembuatan SKCK. Bahkan, antrean bisa sampai membludag melebihi antrean warga yang mau ambil BALSEM, eh BLSM. Ada yang bikin baru, memperpanjang, dll. Perlu diketahui ya buat yang mau bikin SKCK baru, wajib bawa foto ukuran 4 x 6 berwarna 5 lembar sama KTP. Jangan lupa nanti di sana ngisi formulir & foto sidik jari. Buat yang mau memperpanjang, cukup bawa SKCK lama atau fotokopiannya yang udah dilegalisir. Buat jaga-jaga bawa foto juga deh. Jangan lupa juga, semua ada biaya, jadi bawa duit ya :).

2. DINSOSNAKERTRANS (Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi)
Salah satu kantor dinas yang singkatannya lumayan panjang ini merupakan kantor yang juga tambah rame di kala musim CPNS tiba. Hal ini dikarenakan salah satu persyaratan CPNS yang paling umum adalah kartu kuning. So, buat yang belum pernah bikin, mereka akan berbondong-bondong ke DINSOS bla3 (males ngetik saking panjangnya nama tu dinas hihi) buat bikin tu kartu kuning. Dan buat yang udah bikin, biasanya dateng buat absen alias minta tanda tangan petugas di kolom laporan. Buat yang mau bikin kartu kuning, kalo nggak salah cukup bawa fotokopi KTP, foto 3 x 4 hitam putih 2 lembar, sama fotokopi ijazah atau SKL yg udah dilegalisir. Buat yang mau absen sih, tinggal bawa kartunya sama bilang ke petugas aja kalo mau absen.

3. DINDUKCAPIL (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil)
Widih, kantor yang satu ini juga ternyata nggak kalah rame loh saat musim CPNS tiba. Rata-rata, mau legalisir Akte Kelahiran, KTP, sama KK. Maklumlah, persyaratan CPNS juga lumayan ribet sampe legalisir identitas diri juga. Kalau yang satu ini si gampang pisan. Pelamar cukup ngasih berkas yang mau dilegalisir, trus nunggu sampai dipanggil deh. Gratis tis tis :D

4. Kantor Pos
Selain emang tiap hari rame, kantor pos juga semakin rame dengan kedatangan para pelamar yang mau ngirim lamarannya ke masing-masing instansi yang buka CPNS-an. Biasanya akan dikenakan biaya khusus tuh buat ngirimnya. Kalau tarif biasanya 10 ribuan, pas CPNS jadi hampir 20 ribu. Yah, nggak papalah, demi melamar ke instansi impian, hehehe.

5. Yankes Milik Pemerintah (Kayak RSUD, Puskesmas, dll)
Memang sih, instansi yang satu ini juga hampir selalu rame karena banyaknya orang yang sakit (sedih ya T.T), instansi ini juga jadi rame kala musim CPNS tiba. Terutama buat mereka yang persyaratan melamarnya ada suruh bikin surat keterangan sehat, surat keterangan bebas narkoba, dsb. Biasanya ini yang menjadi salah satu momok bagi pelamar, karena biayanya yang lumayan menguras kantong.

Kalo menurut Nena Atha si begitu, berdasarkan pengalaman pribadi, hehe. Karena baru kemarin nih, Nena Atha ngirim lamaran ke satu instansi dengan perjuangan melengkapi persyaratan yang berdarah-darah (haha, lebaaay ding). Saran Nena Atha si, kalo mau ngurus persyaratan gitu-gitu bisa agak jauh-jauh hari, biar nanti nggak misuh-misuh waktu ngantrenya sampe seharian, kecuali buat surat-surat yang emang diminta harus bener-bener fresh kayak surat keterangan sehat & bebas narkoba. Dan, Kalo ada yang nemu kantor lain yang juga rame pas musim CPNS, boleh dishare di kolom komen. Semoga bermanfaat. Haturnuhun..

See ya on the next post ^^

Rabu, 04 September 2013

Rasanya Mengenali Pengemis di Sekitar Kita

Ini pengalaman saya beberapa waktu yang lalu, tepatnya sebelum bulan Ramadhan 1434  H. Kerja-kerja lapangan membuat saya sering bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Namun kali itu saya benar-benar tak menyangka akan bertemu dengan seorang wanita, sebut saja namanya Bu Mawar.

Bu Mawar adalah "mantan" tetangga saya. Waktu saya masih SMP (entah SMA) beliau pergi dari kampung entah karena masalah apa. Menurut kabar yang saya dengar dari warga sekitar, Bu Mawar bekerja di Jakarta atau entah di mana, yang jelas di luar kota. Namun siang sepekan sebelum Ramadhan, saat saya tengah kampanye zakat di jalan, saya melihat beliau turun dari angkot dengan tergopoh-gopoh. Awalnya ia memakai kerudung hitam, namun dengan cepat (sambil berjalan) ia memakai topi yang hampir menutupi seluruh wajahnya dan memasukkan tas jinjingnya ke dalam kain jarit yang ia kenakan layaknya sedang menggendong bayi. Nah, penampilannya itu mirip sekali dengan peminta-minta yang sering berkeliaran di jalan. Dan memang benar, setelah berjalan beberapa meter dan sukses mengganti penampilannya, Bu Mawar terlihat mengunjungi satu rumah demi satu rumah--bisa saya pastikan beliau sedang meminta-minta.

Ya Allah, itu adalah seseorang yang saya kenal, dan saya melihatnya sedang meminta-minta! Saya pun tak kuasa memanggilnya karena takut membuatnya malu. Saya hanya bisa diam dan merenung.

Lain lagi ceritanya ketika saya mengenali pengamen di tempat kerja saya. Saya mengenalinya, namun tak bisa saya katakan dia itu siapa. Bahkan ia sudah mengamen di tempat kerja saya sebanyak tiga kali. Saya selalu tak kuasa memberinya receh, sehingga selalu teman kerja saya yang melakukannya, tanpa teman saya tahu saya mengenal orang itu. Saya ingin menyapanya, tapi lagi-lagi saya tak kuasa melakukannya. Lagipula sepertinya ia tidak terlalu mengenal saya, hanya saya yang memang hafal nama dan wajahnya.

Itu benar-benar membuat saya terenyuh. Betapa sulitnya hidup ini bagi sebagian orang, bahkan itu dialami oleh orang-orang di sekitar kita, bahkan yang kita kenal.

Bersyukurlah bagi kita yang masih diberi nikmat untuk bisa hidup dan bekerja dengan layak. Dan semoga mereka diberi ketabahan dan hidup mereka segera terangkat. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawab...

:'(